Resensi Buku “Ada Rindu untuk Siswaku”
Buku kumpulan cerita ini bisa dibilang sebagai "ajang curhat" Bpk/Ibu guru & pegawai di SMPN 2 Pleret. (Bantul, DIY)
Curhat yg dimaksud adalah
Menariknya, bukan hanya Kepsek & guru, para pegawaipun turut menuliskankisahnya dalam buku ini.
Kekompakan sekolah patut diapresiasi, walaupun sebagai pembaca saya merasa alur ceritanya sangat template satu untuk semua.
Dalam 152 halaman terdapat 51 cerita pengalaman dgn berbagai judul. Semuanya nyaris sama. Diawali dgn asal mula Covid, aplikasi belajar yg digunakan para guru, respons positif & negatif siswa, lalu diakhiri dengan solusi & kesan penulis.
Kesalahan tulis juga beberapa kali terjadi, contohnya pd hal. 37 kata "lancer" yg seharusnya "lancar". Kemudian pd hal. 68 "ebgini" yg seharusnya "begini". Serta terdapat cerita yg beberapa kali menyebut "siswa/siswi" yg memberi kesan tdk efisien.
Ada 1 cerita yg membuat
"Warna-Warni PPJ" hal. 47
Christina Suryani, S.Pd.
Dalam cerpennya Ibu guru mapel IPS ini bercerita sangat detail. Bahkan beliau menyebut beberapa nama siswa yg menghadapi kendala. Bukan hanya siswa, beliau jg bercerita bagaimana interaksinya dgn org tua yg mengawasi siswanya belajar di rumah dgn menggunakan kalimat langsung yg seolah2 membuat pembaca merasa turut kembali ke masa covid itu.
#LetiRaisma
Tulisan Lainnya
Belajar bisa dimana saja, dan kapan saja.
Kegiatan literasi bagi siswa akan lebih bermakna jika guru menjadi model literasi. Gu
Menjadikan Literasi sebagai Kegiatan yang Menyenangkan
Gerakan Literasi Sekolah yang dua tahun belakangan ini dilaksanakan di sekolah memili
Pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Salah satu sumber belajar yang sudah lama diperlukan hingga sampai sekarang masih tet
